siswa ber-KAIZEN

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Konsep 5 WHY dalam Problem Solving

5 WHY adalah metode untuk mengeksplorasi penyebab / efek hubungan yang mendasari masalah tertentu. Tujuan penerapan metode ini adalah untuk menemukan akar penyebab masalah.

Contoh berikut menunjukkan proses dasar:
Mobil saya tidak bisa di starter. (Masalah)
Kenapa? – Baterai sudah mati. (Pertama mengapa)
Kenapa? – Alternator ini tidak berfungsi. (Kedua mengapa)
Kenapa? – Sabuk Alternator telah rusak. (Ketiga mengapa)
Kenapa? – Sabuk alternator tidak pernah diganti. (Keempat mengapa)
Kenapa? – Mobil tidak di servis secara berkala sesuai jadwal yang seharusnya. (Kelima mengapa, akar penyebab)
Aku akan mulai melakukan servis berkala sesuai jadwal yang direkomendasikan. (Solusi)

Pertanyaan mengapa, dapat dilanjutkan hingga enam, tujuh, atau bahkan lebih dari itu, sehingga ditemukan akar masalah yang sesungguhnya. Dapat pula hanya sampai tiga atau empat WHY, namun umumnya pada level ini belum ditemukan akar masalah yang sesungguhnya.

Menarik untuk dicatat bahwa jawaban terakhir berupa suatu proses. Ini merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam pendekatan 5 WHY … bahwa akar masalah harus mengarah ke suatu proses. Anda akan melihat bahwa proses ini tidak bekerja dengan baik atau bahwa proses bahkan tidak ada. Seringkali jawaban mengarah ke hal yang umum, seperti tidak cukup waktu, investasi yang tidak cukup, atau tenaga kerja kurang. Jawaban-jawaban ini kadang-kadang mungkin benar, tetapi dalam kebanyakan kasus merupakan jawaban di luar kendali kita, sehingga hal semacam ini harus dipertimbangkan kembali, carilah akar masalah yang memang dalam kendali kita untuk dapat menyelesaikannya.

Teknik untuk melakukannya, bisa menggunakan alat bantu tulang ikan (fishbone) atau diagram Ishikawa, nama yang diambil dari penemunya.
Sejarah

Teknik ini awalnya dikembangkan oleh Sakichi Toyoda dan kemudian digunakan dalam Toyota Motor Corporation selama evolusi metodologi manufaktur mereka. Teknik ini merupakan komponen yang penting pada program pelatihan pemecahan masalah dalam Toyota Production System. Arsitek dari Sistem Produksi Toyota, Taiichi Ohno, menjelaskan bahwa metode 5 WHY sebagai “dasar pendekatan ilmiah Toyota.. Dengan mengulangi bertanya mengapa sebanyak lima kali, maka masalah serta solusinya akan menjadi sangat jelas..”  Metode ini telah melihat digunakan secara luas di luar Toyota, dan sekarang digunakan dalam Kaizen, lean manufacturing, dan Six Sigma.

@ smkberkaizen.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 12, 2011 by in 01. Problem Solving.
%d bloggers like this: