siswa ber-KAIZEN

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Ide : Investasi yang Berharga

SS bertujuan untuk merangsang karyawan mau dan mampu menghasilkan ide improvement dan juga membiasakan karyawan berpikir sesuai tahapan cycle. Membiasakan membuat report yang baik. Tidak instant. Not jump to conclusion. Dan hasil akhirnya tentu saja karyawan memiliki habit improvement.

Oleh sebab itu, di awal implementasi lebih baik untuk mengejar kuantitas ide. Semisal 2 ide per bulan per karyawan *hukumnya wajib*. Secara bertahap, kualitas akan meningkat sehingga di akhirnya kita bisa mendapatkan kuantitas dan kualitas.

Jenis ide apa saja yang diterima? semua ide harus diterima! bahkan hanya dari memfotokopi pada kertas bekas adalah ide. Justru ditahap ini respect for people benar2 diuji.
Pada dunia usaha dan dunia industri, siapa yang harus membuat ide? Semua karyawan dibawah level supervisor *supervisor up bentuknya Staff Activity Report yang tentu saja levelnya lebih tinggi daripada SS*

Oleh sebab itu supervisor up harus siap kapan saja dan dimanapun untuk memberikan supervisi dan saran2 perbaikan ide. Ingat setiap ide yang diajukan harus disetujui minimal oleh supervisor.

Bagaimana merangsangnya? Setiap seminggu sekali *bisa pas meeting seksi/departemen* adakan presentasi ide yang jadwalnya digilir. Dapat juga untuk meng-upgrade kemampuan komunikasi karyawan. Anggap hari itu sebagai hari ide.

Dalam membuat jadwalnya, gunakan teori tipping point. Untuk awal2nya pilih karyawan yang memang kemampuan presentasinya baik dan yang kurang berada di satu sesi agar karyawan mendapatkan gambaran nyata bagaimana presentasi yang baik dan yang kurang. Di akhir presentasi adakan sesi tanya jawab. Beri contoh bertanya yang baik. Dan kasih feedback tapi jangan menghakimi! *intinya biasanya karyawan lebih ngerti kalo learning by doing*

Apa yang harus dilaporkan dan dipresentasikan? Agar mempermudah buat template laporan yang bisa bercerita untuk setiap siklus PDCA atau IDEA.

Untuk merangsang kualitas gunakan sistem reward dan punishment. Beri poin untuk setiap ide dan reward secara bertahap. Apa yang harus dinilai? Banyak aspek, antara lain hasil nyata, hasil tidak nyata dan aspek umum lainnya *detail ada di template*. Bentuk reward yang lain, bisa dengan mengikutkan ide karyawan tadi ke berbagai konvensi ide. Astra, SGS, adalah salah satu contoh yang biasa mengadakan konvensi semacam ini.

Basically tanggung jawab filter utama ada di supervisor. Kemudian secara bertahap naik ke komite departemen, komite divisi, dan komite direktorat. Namanya juga komite, ya harus punya komitmen.

sumber : sano’s room

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2011 by in 06. Ide Perbaikan.
%d bloggers like this: