siswa ber-KAIZEN

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Catatan Seputar Kaizen

Kaizen:

1. Recognize a needs to make a changes

2. Process oriented life

3.  Graduallist approach of changes

4. Small and continous changes

5. Continous effort and commitment

6. Developing standard simultantly with the steps of innovations to maintain it.

7. Pdca (plan-do-check-action) deming’s

8. Kaizen is people development oriented

9. The rewards is gived to the improvement and goodprocess that is done by everybody, not by results

10. Gradually changes, and not doing the same way for long period of time, for example: 6 months

11. Kaizen is focusing under level suggestions, or sections suggestions, every suggestions that saves times and cost will be considered as an improvement the get a rewards from management

12. Adopt the technology with the concept of kaizens that makes the differents, not only innovation but also improvement to long term gains

13. Productivity is a measure not a reality

14. Building the quality of the product in the time of its development

15. Manager have a rapports of the workers

16. Kaizen is inherent desire for quality and worth

17. Kaizen like ritual, share experiences, support one another, and build commitment together

18. The leadership is based on true experience

19. Kaizen is: identifying problems, thinking and learning together, and solving and tackling difficult tasks

20. Kaizen tqc is first focusing in people quality control.

21. One a problem has been solved, the resuslt must be standardized before the next development of it. Anda reccuring problems must be prevented

22. Kaizen tqc is to build customer oriented or requirements products, within its product quality and services after sales, and also customer trust.

23. Management must look towards the step workers had followed and established the criteria and which part needs improvements.

24. Kaizen tqc is using statistical tools and data to make productivity improvement.

25. Kaizen quality first two phase: 1) satisfied customer with quality products and services 2) increasing profit indirectly by low cost productions, good standard maintanance, improvement and development, and large quantity production.

26. Reccuring question why 5 times!

27. Kaizen think that every after stages in the production lines is customer to one another, and to that matters, those of workers on different section must working and discussing together to create high quality production process dan high quality output, to enhance productivity and process-oriented production improvement.

28. Besides pdca, kaizen also have sdca goes along pdca, stands for-standardize-do-check-action.

29. Standardization is spreading the benefits of improvement through out the business organization.

30. Kaizen standards caracteristics: 1. Individual authorization and responsiblity 2. Trasmittal of individual experience to the next generation of workers 3. Trasmittal of individual experience and know how to the organization. 4. Accumulation of experience (particulary with failure) within the organization 5. Deployment of know how from one workshop to another 6. Discipline.

31. Use stories based on true facts and statistical data using seven statistical tools – pareto diagrams, cause and effect diagrams, histograms, control charts, scatter diagrams, graphs, checksheets.

32. Yang jadi permasalahan dalam suatu just in time systems bukanlah pada produksi harus sesuai pesanan, melainkan memproduksi massa suatu produk dengan klasifikasi dan jenis serta karakteristik yang berbeda, tidak harus berdasarkan spesifikasi dari konsumen namun konsep keinginan konsumen terpenuhi. Jadi tidak seperti dec di amerika dengan expert systems nya.

33. Kaizen dan just in time serta kanban memperhatikan apa yang disebut system to use information. Dengan adanya sebuah sistem yang dapat menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu akan menghilangkan kesempatan perbaikan dan mendapatkan keuntungan serta akan menghilangkan waktu yang terbuang untuk mengambil keputusan bisnis yang tepat dan menghilangkan kesulitan dalam pemecahan masalah produksi.

34. Kaizen menekankan pada kebersamaan dalam suatu working cells dan kebersamaan dalam melihat lapangan, bukan sekedar online systems.

35. Kaizen is groups work, not only identify problem areas, but also identify the cause, analyze them, implement and test new counter measures,  and establish standards and or prosedures.

36. Dalam kaizen individual dan group oriented, dapat dikatakan bahwa setiap pekerja tidak hanya melakukan pekerjaan yang monoton saja setiap hari tanpa menggunakan secara optimal kreativitas dari otak mereka untuk perencanaan proses produksi dan pengambilan keputusan per subjek kerja mereka, namun mereka juga menggunakan otak mereka sama dengan mereka menggunakan fisik mereka, mereka menggunakan mental mereka sama dengan mereka menggunakan fisik mereka.

37. Setiap improvement berbentuk kreativitas, ide, saran pengembangan, dan kemajuan dipampang dalam sebuah mading agar grup kerja atau individu lainnya bisa dibagi pengalaman dan ilmu pengetahuan.

38. Bahkan disediakan sudut kaizen untuk sarana pegawai menggunakan alat-alat (7 alat statistik dan 7 alat statistik baru) untuk memberikan saran-saran dan kreativitas kemajuan.

39. Problem solving kaizen adalah dengan kerja sama team dan shari knowledge dan experience dari setiap keahlian berbeda yang bergabung menjadi satu.

40. Kaizen tidak hanya konsolodasi kedalam namun juga ke pihak eksternal yang menjadi suatu kesatuan proses produksi seperti suppliers dan sub kontraktor

41. Kaizen bermain di keseluruhan integratif dari value chain of business dalam suatu organisasi.

42. Contoh kaizen di bank : dikutip dari buku kaizen, 1991, masaaki imai.

” for instance, sanwa bank, one of the japan’s largest bank, has 2400 qc circles involving 13.000 employees. Since the circles was started in 1977, they have dealt with 10,000 subjects. Begin in banking, they define quality as quality of services and degree of customer satisfaction. With this as their definition, they are striving to improve the quality of their office work.

Among the subjects they working on at sanwa bank are how to reduce erroneous listings, how to route mail more efficiently, how to remember customer’s names, how to save energy, how to save stationery, how to reduce overtime works, how to increase the frequency of customer visits, how to gain new accounts, and how to improve employees familiarity with many services the bank provides. All these subjects are being dealt with by the bank’s ordinary employees, such as tellers and clerks”

43. Salah satu peran work group untuk meningkatkan quality control adalah dengan meningkatkan keselamatan kerja dan mengefektifkan dan mengefisienkan kemajuan bekerja menjadi lebih terorganisasi dan lebih produktif.

44. Banyak menghadiri qc seminars dan courses adalah sebuah keharusan dari qc instructors untuk selanjutnya disharing ke semua pegawai bawahan.

45. Setiap bagian kerja memiliki qc circles atau group yang menangani ide-ide untuk peningkatan kualitas dan produktivitas.

46. Tujuan dari quality control adalah untuk memuaskan market requirements. Dan meningkatkan produktivitas yang ujung-ujungnya meningkatkan daya kompetisi perusahaan dan laba keuangannya. Intinya efektifitas dan efisiensi dan kemajuan kerja pada proses produksi atau proses pelayanan.

47. Setiap usulan, ide, kreatifitas untuk kaizen harus berdasarkan data fakta dan data statistik dan dibuat dalam bentuk proposal cerita serta analisis biaya manfaat.

48.  Qc small groups di hitachi: hasil: penurunan aktivitas pemborosan biaya, peningkatan skill dan pengetahuan, pemotongan anggaran untuk rumah produksi baru dan pemanfaatan rumah produksi yang tidak  optimal. Menggunakan acara-acara dan kegiatan olahraga yang menunjukkan kebersamaan dan kerja kerasa serta kerja sama. Melakukan kegiatan pengumpulan dana bersama untuk kepentingan sosial. Membuat mading untuk sharing knowledge dan pengetahuan. Penghematan sumber daya kantor seperti satu kertas untuk satu artikel di mading dan lainnya.

49. Individual kaizen: contoh: warna nomor telpon kantor yang sama untuk setiap telpon di kantor, pembersih lap yang lebih murah dan lebih efektif. Kaizen individu intinya untuk menumbuhkan sikap positif dalam meningkatkan dan mengubah cara bekerja seseorang menjadi lebih produktif dan efisien serta efektif.

50. Contoh subjek kaizen untuk suggestion systems pada individual oriented kaizen: improvement in ones own works, saving in energy, material, and other resources. Improvement in working environment, improvement in machines and processes, improvement in jigs and tools, improvements, in office work, in product quality, ideas for new products, customer services and customer relations.

51. Kenjiro yamada, managing director of japan human relations association, says that the suggestion systems must through three stages. In the first stage, management should make every effort to help the workers provide suggestions, no matter how primitive, for the bettermens of the worker’s job, and the workshop. This help the workers look at the way they are doing their jobs. In the second stage, management should stress employee educations. In order for the workers to provide better suggestions, in order to the workers to provide better sugestions, they should eqquiped to analyze problem and the environment. This requires education. Only in the third stage, after the workers are both interested and educated, should management be concerned with the economic impact of the suggestions.

52. Suggestion form: kertas proposal saran, penting dalam kaizen

53. Setiap suggestion mengalami dua review, primary, oleh setiap atau sekelompok staff atas atau supervisor, dan review secondary, oleh bagian tertentu disetiap departemen dan manajer seksi.

54. Ada bonus bagi yang suggestionnya diapprove dan dijalankan.

55. Suggestion form, masaaki imai 91, hal 115-119

56. Within this context, quality is building a better systems for quality assurance, cost is concerned both within building system for identifying cost factors and with reducing cost, scheduling refers to building a better system for both delivery and quantity.

57. Kegiatan linta fungsi organisasi bukan hanya untuk laba, tetapi untuk kekuatan organisasi. Sasarannya antara lain, keterdidikan dan kecerdasan pegawai, kepuasan konsumen, pelayanan konsumen, jamina mutu, pengandalian biaya, volume, pengendalian distribusi produk, dan pengembangan produk baru, bukan hanya kegiatan dan kerja dari departemen qa saja.

58. Dalam kaizen manajemen, penjadwalan produksi dan delivery produk ke pasar adalah suatu hal yang paling pertama diperhatikan sebelum qualitas dan pengendalian biaya produksi dan marketing. Karena jika sistem penjadwalan benar, maka keseluruhan bisnis dan linta fungsi organisasi akan berjalan dengan bagus dan menguntungkan.

59. Qcs ditentukan dan direncanakan oleh top management level.

60. Qcs juga akan diaudit,oleh line management untuk mengaudit efektifitas dan efisiensi serta kemajuan dari linta fungsi organisasi kerjasamanya.

61. Cara audit Qcs adalah up to down setiap level yang diatasnya mengaudit setiap level dibawahnya.

sumber : akhmadzakialsafi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2011 by in 03. Kaizen Article.
%d bloggers like this: